MissionDetection – Ian Machado Garry mengalami kekalahan telak di UFC 330 dan Henry Cejudo menilai bahwa Garry tidak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Dalam pertarungan welterweight yang berlangsung Sabtu lalu, Garry kehilangan pertandingan melalui keputusan bulat melawan Islam Makhachev. Meski demikian, Garry menerima hasil tersebut dengan sikap yang terhormat dan tetap menunjukkan rasa hormat kepada lawannya.
Sebelum pertarungan, Garry dikenal sangat mengagumi Makhachev, namun Cejudo berpendapat bahwa sikap tersebut justru merugikannya. Cejudo menekankan bahwa UFC mungkin tidak memberikan kesempatan kembali untuk meraih gelar karena Garry dianggap “terlalu menghormati” lawan dalam arena. Hal ini telah memicu keprihatinan dari Dana White selaku CEO UFC mengenai kurangnya “killer instinct” yang diperlukan untuk menarik perhatian dan mendongkrak popularitas seorang petarung.
Cejudo menegaskan bahwa untuk dapat bersaing di level tertinggi, petarung harus mampu menjual pertarungan mereka dengan cara yang lebih agresif. Ia mengingatkan Garry bahwa waktu untuk mencapai gelar adalah sekarang, dan kompetisi semakin ketat dengan kehadiran petarung yang memiliki kemampuan mematikan.
Di sisi lain, Makhachev mencetak sejarah dengan menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang mendapatkan 17 kemenangan berturut-turut, menambah capaian prestisinya di dunia MMA. Meskipun Makhachev bertambah posisinya dalam daftar petarung terbaik versi Cejudo, Cejudo masih menganggap Jon Jones sebagai petarung terhebat sepanjang masa.
Kekalahan Garry mungkin akan menjadi pelajaran berharga baginya dalam perjalanan karier selanjutnya di dunia MMA.