MissionDetection – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menekankan pentingnya penggunaan dana hibah secara efektif untuk memastikan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Dalam pernyataannya, Nasir mengatakan bahwa implementasi hibah harus dirancang untuk menyinergikan upaya rekonstruksi pascabencana, fokus pada pemulihan lingkungan, rehabilitasi hutan dan lahan, serta penguatan ekonomi bagi warga yang terdampak bencana.
M. Nasir menjelaskan bahwa program ini harus lebih dari sekadar kegiatan seremonial. “Kita tidak ingin program ini berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus segera diterjemahkan menjadi aksi konkret dan terukur di lapangan,” tegasnya. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan setiap rupiah dana yang digelontorkan memberikan manfaat nyata.
Asisten II Setda Aceh, Robby Irza, menambahkan bahwa Pemerintah Aceh berencana untuk menggelar kick off meeting bersama organisasi PETAI dan para pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan rencana kerja yang jelas, termasuk menetapkan target, indikator keberhasilan, serta pembagian peran antara pihak-pihak yang terlibat.
Dengan langkah-langkah konkret yang akan diambil, diharapkan hasil dari program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pemulihan lingkungan dan ekonomi masyarakat Aceh. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah agar tujuan tersebut tercapai secara optimal.

